• Pekon Batutegi
  • admin@batutegi.com

Sejarah Bendungan Batu tegi

11 Januari 2020 Administrator Panduan Layanan Desa
Pembangunan bendungan Batu tegi dimulai dari tahun 1995. Biaya yang digunakan untuk membangun bendungan Batu tegi diambil dari dana APBN pemerintah pusat. Selain itu pemerintah pusat juga meminjam uang ke Japan Bank For International Cooperation untuk membiayai pembangunan bendungan. Pada saat pembangunan bendungan Batu tegi, pemerintah Indonesia menggunakan jasa konsultan dari dalam dan luar negeri. Ada PRC Engineering dari Amerika, Sinotech dari Taiwan, dan Kadenus yang merupakan konsultan dalam negeri.
 
Sayangnya pada saat proses pembangunan pada tahun 1998, bendungan ini sempat memakan korban jiwa dari para pekerjanya. Mereka tewas setelah tertimpa mesin pengecor semen yang mempunyai berat puluhan ton pada saat sedang membangun salah satu terowongan pembuangan air di bendungan Batu tegi. Total ada 13 korban jiwa yang meninggal pada saat kejadian. Untuk memperingati para korban yang meninggal pada saat membangun bendungan, pemerintah membuatkan sebuah tugu peringatan yang berisi ketiga belas nama dari korban jiwa pekerja bendungan. Tugu peringatan ini bisa anda temui pada salah satu bagian di puncak bendungan.
 
Bendungan Batutegi selesai di bangun dan mulai dibuka pada tahun 2004. Peresmian bendungan terjadi pada tanggal 8 Maret 2004. Proses peresmian itu sendiri dilakukan oleh Presiden Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Ibu Megawati Sukarnoputri. Informasi ini bisa terlihat dari prasasti peresmian yang terbuat dari batu marmer hitam yang terletak pada salah satu bagian di puncak bendungan. Bendungan Batu tegi mempunyai kapasitas penampungan yang mampu menahan debit air sebanyak 9 juta meter kubik.
 
Pada saat PLTA yang berada di bendungan ini mampu menghasilkan listrik dengan kapasitas total mencapai 125,2 giga watt per tahun. Sayangnya kondisi debit air di bendungan Batutegi tidak selalu mencapai kapasitas puncaknya. Sehingga belum tentu bisa menghasilkan potensi output listrik sesuai dengan kapasitas maksimumnya. Bahkan pada tahun 2008 bendungan Batutegi sempat ditutup karena kekurangan tinggi air minimal yang dibutuhkan untuk menggerakkan generator listrik, yaitu setinggi 274 meter diatas permukaan laut.
 
Pada saat itu ketinggian permukaan air di bendungan sempat serendah 235 meter diatas permukaan laut. Beberapa pihak menyalahkan penutupan sementara bendungan Batutegi karena penggundulan hutan yang terjadi disepanjang aliran sungai menuju bendungan. Untungnya kini ketinggian permukaan air di bendungan Batutegi tidak lagi serendah seperti yang terjadi pada tahun 2008. Selain dimanfaatkan untuk menjalankan PLTA, bendungan Batutegi juga berfungsi sebagai penyuplai aliran air yang digunakan oleh puluhan ribu hektar areal persawahan yang dilewati oleh aliran sungai dimana bendungan berada.


Areal persawahan ini terletak di 5 kabupaten dan kota berbeda yang ada di Lampung mengandalkan air dari bendungan untuk pengairan. Selain itu kota di Lampung seperti Metro, Beranti, dan Bandar Lampung mengandalkan aliran air dari bendungan Batutegi sebagai bahan baku air minum. Bendungan Batutegi digunakan untuk menahan aliran dari dua sungai, yaitu Way Sekampung dan Seputih. Sekedar informasi saja, way adalah bahasa Lampung untuk sungai. Bendungan Batutegi adalah salah satu dari tiga bendungan yang ada di Lampung. Dua bendungan lainnya, yaitu bendungan Way Rarem dan bendungan Tirta Shinta. Kedua bendungan tersebut terletak di Kotabumi. Bersama-sama di ketiga PLTA yang beroperasi di bendungan tersebut digunakan untuk menyuplai listrik bagi penduduk Lampung.

Puncak Bendungan Batutegi

Jalanan menuju ke lokasi bendungan Batutegi sendiri sudah menampakkan keindahannya. Karena bendungan ini terletak diantara dua bukit, maka jalanannya meliuk-liuk mengelilingi dinding bukit. Dari jalanan tersebut bisa terlihat sungai dalam yang mengalir melewati sisi bukit. Salah satu ujung sungai ini ditahan oleh bendungan Batutegi. Pemandangan sungai berikut dengan latar belakang perbukitan yang menghijau bisa terlihat sangat indah dari kejauhan. Bangunan dari bendungan Batutegi menjulang dari bawah air hingga puncaknya setinggi 113 m. Dengan panjang bagian puncaknya yang membelah aliran sungai sepanjang 690 m. Sementara lebar dari puncak itu sendiri mencapai 5 m. Salah satu sisi bendungan Batutegi dihubungkan ke sebuah bukit. Dinding bukit yang terhubung langsung ke bendungan diperkuat dengan konstruksi beton. Mungkin digunakan untuk mencegah longsoran tanah. Pada dinding tersebut terdapat cetakan nama Bendungan Batutegi. Dari kejauhan anda bisa melihat cetakan nama berikut dengan latar belakang dinding betonnya yang kontras dengan hijaunya tanaman yang memenuhi bukit.

Ada tangga yang bisa anda gunakan untuk menaiki puncak bukit tersebut dari atas bendungan. Hanya saja jumlah anak tangganya begitu banyak sekali. Mungkin anda perlu berhenti sesekali ketika menaiki tangga tersebut. Karena posisi bendungan yang begitu tinggi hingga hampir mencapai puncak bukit yang ada disebelahnya, maka anda bisa melihat pemandangan yang luas dari atas bendungan. Ada sebuah jalanan beraspal pada bagian puncak bendungan ini yang diapit oleh trotoar. Karena kendaraan pengunjung tidak boleh memasuki kawasan puncak bendungan, maka mereka bisa menggunakan trotoar ini untuk berjalan-jalan di puncak bendungan. Kedua sisi trotoar ini dibatasi oleh pagar pembatas dimana pemandangan permukaan airnya sangat kontras.

Pada satu sisi aliran air di bagian hulu relatif lebih tenang, tapi mempunyai permukaan air yang sangat tinggi ketimbang dari sisi yang satunya lagi. Sementara itu pada bagian hilir meskipun tidak mempunyai permukaan air yang tinggi, namun aliran airnya sangat deras. Karena langsung keluar dari terowongan air yang ada di badan bendungan. Pada bagian hilir ini anda bisa melihat beberapa bangunan seperti kantor, pos pembangkit listrik, dan beberapa tangga yang merupakan bagian dari fasilitas PLTA bendungan Batutegi. Jika dilihat dari puncak bendungan, maka bangunan tersebut nampak sangat kecil sekali.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar